Follow Us

Daya Tahan Tubuh Rawan Terganggu hingga Mudah Sakit Saat Pandemi, Rita Ramayulis : 'Stres, Kurang Aktivitas Fisik, dan Kurang Paparan Sinar Matahari'

Saeful Imam - Selasa, 20 Desember 2022 | 09:39
Bagaimana contoh analytical exposition text dengan tema pandemi COVID-19? Yuk, kita pelajari analytical exposition di artikel ini.
Freepik

Bagaimana contoh analytical exposition text dengan tema pandemi COVID-19? Yuk, kita pelajari analytical exposition di artikel ini.

Tampil sebagai pembicara adalah DR. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, ahli gizi yang juga Ketua Asosiasi Ahli Gizi Olahraga Kebugaran Indonesia (ASAGORI).

Dalam paparannya, penulis buku gizi dan konsultan gizi di beberapa rumah sakit ini mengungkapkan pentingnya menjaga pola makan sehat di saat pandemi.

Salah satunya adalah dengan menghindari konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) secara berlebihan.

Sebab, konsumsi ketiganya yang terlampau banyak dapat menyebabkan gangguan imunitas tubuh, yang ujung-ujungnya dapat menyebabkan cepat sakit.

Bahkan, konsumsi GGL berlebih merupakan faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM).

Celakanya, banyak pedagang, produsen, dan pemilik resto yang akan menyediakan makanan enak agar laku.

Masalah apakah makanan itu sehat atau tidak menjadi urusan belakangan.

Sebab, orientasinya adalah keuntungan, hingga tak peduli minyak itu harus digoreng secara berulang kali.

Untuk itu, perlu perubahan perilaku untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan memfasilitasi masyarakat memperoleh makanan yang GGL nya sesuai.

Untuk konsumsi gula, sebaiknya dikonsumsi maksimal 26 gram alias dua sendok makan setiap hari.

Untuk itu, cermati kandungan gula pada label setiap makanan dan hindari makanan dan minuman yang mengandung banyak gula.

Baca Juga: Ajinomoto Indonesia Raih Penghargaan Industri Hijau dengan Kategori Level Tertinggi dari Kementerian Perindustrian RI

Editor : Hits

Baca Lainnya





PROMOTED CONTENT

Latest