Bukannya Diam di Rumah, Pria ini Malah Ikut Olahraga Bareng dan Hajatan Saat Tunggu Hasil Tes Swab! Ternyata Dia Positif Corona
GridHITS.id - Anjuran pemerintah serta tenaga medis sebaiknya jangan dianggap angin lalu.
Semua itu dilakukan untuk memutus rantai wabah virus corona.
Untuk itu, pasien yang menjadi OPD atau PDP sebaiknya melakukan isolasi diri, sesuai anjuran dokter agar virus itu tak terlanjur menyebar.
Baca Juga:Baru Saja Ditangkap Polisi, Ketua RT Penolak Jenazah Perawat Kembali Dilanda Musibah Baru, Apa?
Memang, baik ODP maupun PDP belum tentu positif corona, tapi lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan.
Ini jugalah yang dialami pria ini yang merasa belum tentu kena corona.
Baru-baru ini seorang warga Grobogan, Jawa Tengah dinyatakan positif virus corona (Covid-19).
Namun dibalik semua itu pasien yang berprofesi sebagai satpam tersebut tidak tertib saat menjalani isolasi mandiri.
Diketahui satpam itu sempat pulang kampung dan berkontak dengan banyak orang.
Dia nekat pulang ke kampung halamannya untuk menghadiri acara tahlilan.
Rencananya, sejumlah warga diminta melakukan rapid test virus corona.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, Slamet Widodo menyampaikan, warganya yang positif Covid-19 seharusnya dalam masa isolasi mandiri.
Slamet membenarkan jika satpam tersebut pulang kampung ke Grobogan pada Jumat (10/4/2020) lalu.
"Namun belakangan, yang bersangkutan justru pulang ke kampung halamannya pada hari Jumat (10/4/2020) lalu," ucap Slamet, dikutip dari Kompas.com, Selasa (14/4/2020)
Hadiri Acara Hajatan 40 Hari
Sementara itu, Slamet mengatakan satpam itu yang seharusnya menjalani isolasi justru nekat mudik ke kampung halamannya.
Ia menambahkan, kepulangan satpam tersebut untuk menghadiri acara tahlilan orangtuanya.
"Jadi, harusnya masih menjalani isolasi mandiri."
"Namun, malah balik kampung dengan alasan ada hajatan 40 hari meninggalnya ibunya," ungkap Slamet.
Baca Juga:Pandemi Belum Mereda, Denny Darko Malah Ungkap Hal ini Lebih Berbahaya Daripada Virus Corona, Apa?
Menurutnya, selama berada di kampung, satpam itu sempat kontak dengan banyak orang.
Termasuk keluarga dan kerabatnya.
Kemudian, acara tahlilan 40 hari kematian ibunya sempat diadakan di rumahnya.
Namun, dalam prosesi ini tidak mengundang tetangga karena nasi bancakannya dibagikan.
Satpam itu sendiri yang mengantarkan nasi bancakan ke rumah-rumah tetangganya.
Ia juga sempat olahraga bola voli dengan teman-temannya di kampung pada Minggu (12/4/2020) dan Senin (13/4/2020).
Meski Banyak Pasien Sembuh dari Covid-19, Najwa Shihab Komentari Soal Prediksi Akhir Wabah Virus Corona Berakhir di Bulan Mei atau Juni: Mustahil!
Ilustrasi virus coronaWarga Kampung akan Rapid Test
Setelah melakukan pelacakan, satpam tersebut diketahui sempat berkontak dengan warga kampung.
Slamet memaparkan, jika akan dilakukan rapid test terhadap sejumlah warga untuk mengetahui tertular virus corona atau tidak.
"Tracing masih diupayakan."
"Selain keluarga, ada banyak orang yang sempat kontak dengan orang itu."
"Nanti, mereka akan kita rapid test," ujar Slamet Widodo, dilansir oleh Kompas.com.
Pasien tersebut sempat diambil sampel swab tenggorokannya ketika dirawat sebelum pulang kampung.
Hasilnya baru keluar pada Selasa (14/4/2020) dan dinyatakan positif Covid-19.
Kemudian, Petugas RSUP dr Kariadi segera mendatangi dan menjemput pasien itu untuk kembali diisolasi.
Hingga kini warga Grobogan yang terinfeksi corona ada dua orang.
"Benar, hasil swab-nya baru keluar dan hari ini dijemput untuk menjalani perawatan."
"Jadi kini total ada dua warga Grobogan yang positif Covid-19," kata Slamet.
Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Sempat Tahlilan dan Voli saat Tunggu Hasil Swab, Pria Asal Grobogan Ini Positif Corona,