Sebagai karyawan TV, ia pun harus banting tulang dan stand by untuk kerja selama 24 jam karena jam kerja yang tidak seperti orang kantoran biasa.
Kartika mau tak mau harus lembur dan sibuk bukan kepalang.
Ia mengaku sempat ingin menyerah karena menghandle dua pekerjaan sekaligus.
"Dulu gue sempat mau nyerah loh. Namanya juga kerja di TV, nggak segampang gue kerja di jadi staf yang 9 to 5 gitu. Asli, apalagi. Kalau kerja di TV istilahnya tu gini, warungnya buka 24 jam, masa kita nggakstand by24 jam? Jadi kalau kerja di TV itu lembur ya lumrah," katanya.
Pelan-pelan, Kartika mencoba untuk membagi waktunya.

Kartika Dewi saat diwawancara
Saat makan siang contohnya, Kartika mengecek HP untuk pekerjaannya sebagai manajer Sandra.
"Lunch time gue check handphone. Telepon kerjaan Sandra gue buka saat gue istirahat. Cuma akhirnya makin bertahun-tahun udah kebiasaan kerjanya, udah tahu flownya ya enak," lanjut Kartika lagi.
Ritme kerja di TV tak membuat Kartika patah semangat.
Ia terus menerus berusaha memberikan yang terbaik bagi perusahaan di mana ia bekerja.