Suntik Vitamin C Dosis Tinggi Dipercaya Bisa Bunuh Covid-19 Seketika, Pakar Ahli Beberkan Fakta Sebenarnya: Langkah Menyuntik Diri dengan Pemutih

Selasa, 03 November 2020 | 13:49
freepik

Suntik Vitamin C Dosis Tinggi Dipercaya Bisa Bunuh Covid-19 Seketika, Pakar Ahli Beberkan Fakta Sebenarnya

Suntik Vitamin C Dosis Tinggi Dipercaya Bisa Bunuh Covid-19 Seketika, Pakar Ahli Beberkan Fakta Sebenarnya: Langkah Menyuntik Diri dengan Pemutih

GridHITS.id -Beredar kabar jika suntik vitamin C dosis tinggi dipercaya bisa bunuh Covid-19. Benarkah?

Seperti kita ketahui bersama jika makanan dengan kandungan vitamin C akhir-akhir ini menjadi barang yang paling dicari di masa pandemi.

Kabarnya,Vitamin C diduga kuat dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang mampu menangkal serangan virus corona (Covid-19).

Namun benarkah, jika seseorang mendapatkan suntik vitamin C akan terhindar dari virus corona?

Sebuah unggahan di Facebook menyatakan, untuk mencegah Covid-19 dengan cara menyuntikkan vitamin C dengan dosis 20-30 gram ke pembuluh vena.

"Stop Covid-19 with vitamin-C 20g to 30g intravenous, drip. (Hentikan Covid-19 dengan vitamin C 20g sampai 30g intravena, teteskan)," tulis unggahan tersebut.

Baca Juga:Dijamin Ampuh! Begini Cara Buat Disinfektan Alami Untuk Tangkal Virus Corona Hanya Bermodal Cairan Pemutih

Baca Juga:Hati-hati! Bukannya Tangkal Virus Corona, Hand Sanitizer Racikan Sendiri Justru Bisa Timbulkan Masalah Baru

Freepik

Suntik Vitamin C Dosis Tinggi Dipercaya Bisa Bunuh Covid-19 Seketika, Pakar Ahli Beberkan Fakta Sebenarnya

Berdasarkan Harvard Medical School menjelaskan beberapa pasien Covid-19 yang sakit kritis telah diobati dengan vitamin C intravena dosis tinggi dengan harapan dapat mempercepat pemulihan.

"Namun, tidak ada bukti ilmiah yang jelas atau meyakinkan bahwa (vitamin C intravena dosis tinggi) berfungsi untuk infeksi Covid-1. Dan, itu bukan bagian standar pengobatan untuk infeksi baru ini," tulis dalam situs web tersebut yang diperbarui pada 23 Oktober 2020.

Sebuah penelitian sedang dilakukan di China untuk memastikan apakah pengobatan ini berguna untuk pasien Covid-19 yang parah.

Mengenai pencegahan, Harvard Medical School menyatakan tidak ada bukti yang mengonsumsi vitamin C membantu mencegah infeksi virus corona penyebab Covid-19.

Sementara, dosis standar vitamin C umumnya tidak berbahaya.

Dosis tinggi dapat menyebabkan efek samping, termasuk mual, kram, dan peningkatan risiko batu ginjal.

Baca Juga:Bak Angin Segar, Para Ahli Mulai Temukan Obat untuk Menghentikan Penyebaran Virus Corona, Sudah Teruji 90 Persen!

Baca Juga:Bak Angin Segar, Seorang Ahli China Beberkan Rahasia Virus Corona Bisa Hilang hingga Tak Tersisa, Apa Itu?

Para peneliti University Hospital of Zurich, lewat penelitiannya pada April 2020, tidak menemukan bukti ilmiah bahwa vitamin C secara oral atau intravena bermanfaat dalam mengobati virus corona penyebab Covid-19.

Badan kesehatan dunia WHO menegaskan, mikronutrien seperti vitamin D dan C serta seng sangat penting untuk sistem kekebalan tubuh dan berperan penting dalam meningkatkan kesehatan.

"Saat ini tidak ada panduan tentang penggunaan suplemen mikronutrien sebagai pengobatan Covid-19," tulis WHO.

Profesor di Pusat Penelitian Radikal Bebas Universitas Otago, Magreet Vissers, yang memiliki spesialisasi dalam penggunaan vitamin C untuk mengobati penyakit, mengatakan, menganjurkan vitamin C intravena dosis 30 gram untuk mencegah Covid-19 merupakan anjuran yang bodoh.

“Ini satu langkah di atas menyuntik diri Anda dengan pemutih. Ini mungkin tidak berbahaya, tapi tidak akan membuat Anda tetap aman,” kata Vissers dikutip dari Australian Associated Press.

Menurutnya, dosis sekitar 6-10 gram vitamin C setiap hari dapat bermanfaat bagi orang yang sakit kritis.

Vissers mengatakan pada umumnya orang dapat mempertahankan tingkat kejenuhan vitamin C melalui makanan yang sehat.

Namun, mengonsumsi vitamin C dosis tinggi secara intravena tidak akan membantu tubuh melawan Covid-19.

Baca Juga:Jumlah Kasus COVID-19 Meroket Tajam Sampai Tembus 1.000 Pasien, Ahli Tarot Ini Justru Sebut Itu Pertanda Baik, Kok Bisa?

Baca Juga:Gemparkan Dunia Hiburan karena Terinfeksi Virus Corona, Begini Kabar Tom Hanks dan Rita Wilson Sekarang

Profesor Mary-Louise McLaws, ahli epidemiologi dan peneliti di Universitas New South Wales, mengatakan tidak ada bukti bahwa mengonsumsi vitamin C dalam dosis besar secara intravena dapat menghentikan penyebaran Covid-19.

Menurutnya, dikutip dari Australian Associated Press, ada bukti bahwa penggunaan suntik vitamin C dapat membantu orang dengan pneumonia yang disebabkan oleh Covid-19.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: KLARIFIKASI] Vitamin C Intravena Dosis Tinggi Disebut Dapat Obati Covid-19

Editor : Safira Dita

Sumber : Kompas.com

Baca Lainnya