Bernyali Besar, Wali Kota Bekasi Mengaku Tak Khawatir Kasus Virus Corona di Wilayahnya Kembali Melonjak Jika New Normal Diterapkan: ‘Ngapain Mesti Takut?’

Kamis, 28 Mei 2020 | 19:45
Pixabay.com

Ilustrasi virus corona

Nakita.id – Sudah dua bulan lebih wabah virus corona menyerang Indonesia.

Demi menekan jumlah kasus Covid-19, pemerintah pun mencoba memberlakukan sejumlah kebijakan.

Setelah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), belakangan ini santer terdengar rencana pemerintah yang ingin menerapkan era new normal.

Baca Juga: Satu Berita Baik, Ilmuwan Ungkap Uji Coba Vaksin Covid-19 Pada Ratusan Sukarelawan Perlihatkan Hasil Memuaskan

Baca Juga: Berkah Usai Bulan Ramadan, Anak Buah Presiden Jokowi Sebut Tak Ada Lagi Penambahan Kasus Virus Corona yang Signifikan di Sejumlah Wilayah: ‘Beberapa Provinsi Menunjukkan Gambaran yang Bagus’

Salah satu wilayah yang masuk dalam daftar penerapan new normal adalah Kota Bekasi.

Menariknya, saat ditanya soal kemungkinan adanya lonjakan kasus akibat new normal, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi justru mengaku tidak khawatir.

Mengutip dari Kompas.com, pria yang akrab disapa Emil ini bahkan percaya diri bahwa bahwa pihak Pemkot Bekasi mampu mengantisipasi lonjakan kasus tersebut.

“Kalau ada (lonjakan kasus Covid-19) enggak masalah, enggak perlu ada yang ditakutkan lagi sekarang. Ngapain mesti takut, orang kita alatnya ada, rumah sakitnya ada, apa yang mesti kita takutin sekarang, kecuali di awal-awal,” ucap Rahmat di Bekasi, Rabu (27/5/2020).

Rahmat Effendi pun mengklaim saat ini kasus Covid-19 di Kota Bekasi lambat laun mulai berkurang.

Terlebih lagi, angka reproduksinya telah mencapai angka 0,71.

Baca Juga: Masih Pontang-panting Berantas Virus Corona, Anies Baswedan Tak Main-main Bakal Beri Denda Fantastis Ini untuk Pemalsu Surat Ijin Keluar Masuk Jakarta, Berapa?

Baca Juga: Usai Kebohongannya Terkuak dan Kini Tersudut, Akhirnya Pihak China Angkat Bicara dan Beri Pengakuan Tentang Wabah Virus Corona

“Kita tinggal 12 orang (positif Covid-19). Artinya, kalau kita lihat dari siklus ini, sementara yang sehat sudah seperti ini, yang meninggal sudah sedikit, yang sakit sedikit, boleh dong kita survive. Jadi kita tidak perlu lagi takut dengan persoalan epidemiologi itu, kita jalani saja,” ujar Rahmat Effendi yakin.

Meski nantinya mulai menerapkan new normal, ia mengatakan, protokol pembatasan sosial masyarakat akan tetap dilakukan.

Selain itu, seiring dengan penerapan new normal, pihak Pemkot juga akan tetap memeriksa warganya secara rutin terkait Covid-19.

Dengan begitu, penyebaran Covid-19 warga Bekasi bisa di-tracing dengan cepat.

Kini, Pemkot Bekasi masih memiliki 7.000 rapid test dan 3.000 kit PCR yang digunakan untuk memeriksa penyebaran Covid-19.

“Masih banyak kita punya 7.000-an rapid (test), kurang nanti kita bisa beli lagi, terus kit PCR kita masih punya 3.000-an karena dinkes kemarin beli 10.00 di awal-awal, sekarang kan banyakan tes swab PCR. Itu kit PCR memang agak mahal Rp 1 juta, terus rumah sakit masih ada 5.000, artinya kita punya 15.000,” jelasnya.

Baca Juga: Jadi Kabar Buruk di Awal Bulan Syawal Terkait Virus Corona, Tangan Kanan Jokowi Beberkan Para Ahli Seluruh Dunia Belum Temukan Titik Terang Terkait Vaksin Corona, Tanda Dunia Belum Bisa Bebas dari Virus Corona?

Baca Juga: Sang Adik Dinyatakan Positif Terjangkit Virus Corona, Keluarga Via Vallen Resah Karena Takut Dikucilan Masyarakat

Sebagai informasi, berdasarkan data corona.bekasikota.go.id, Rabu (27/5/2020) ini, ada 297 pasien positif Covid-19.

Dari jumlah 297 kasus positif Covid-19, ada 250 pasien sembuh Covid-19.

Sementara itu, untuk pasien yang meninggal dunia sebanyak 32 orang.

Editor : Ratnaningtyas Winahyu

Sumber : Kompas.com

Baca Lainnya