Tetap Gelar Wisuda di Tengah Pandemi Corona, Universitas di Jepang Gunakan Aplikasi Zoom dan Robot Saat Prosesi

Senin, 06 April 2020 | 11:27
Robotstart.info

Universitas di Jepang gelar wisuda menggunakan robot untuk gantikan wisudawan yang terdampak virus corona Robotstart.info

Tetap Gelar Wisuda di Tengah Pandemi Corona, Universitas di Jepang Gunakan Aplikasi Zoom dan Robot Saat Prosesi.

GridHits.id - Business Breakthrough University (BBT University) Jepang, baru-baru ini menggalar wisuda secara online.

Acara wisuda digelar di Hotel Grand Palace di Chiyoda-ku, Tokyo pada Sabtu (28/3/2020) lalu.

Uniknya, acara tersebut berlangsung secara online untuk para mahasiswanya.

Dikutip dari laman bbt.ac, hal ini dilakukan guna mencegah penularan virus corona atau Covid-19.

Baca Juga: Tengok Kembali Prediksi Wirang Birawa Sejak Awal Merebaknya Virus Corona di Indonesia, Benar Semua?

Baca Juga: Isu Keretakan Rumah Tangganya Bak Hilang Ditelan Bumi, Wajah Sumringah Laudya Cynthia Bella Jadi Sorotan

BBT bekerjsama dengan ANA Holdings yang menjadi penyedia avatar bernama 'Newme'.

Para wisudawan mengoperasikan robot 'Newme' secara jarak jauh melalui aplikasi zoom.

Robot 'Newme' menggunakan tablet sebagai wajahnya, dan bergerak dengan empat roda.

BBT University

BBT University di Jepang gelar upacara wisuda pakai robot

Agar tampilannya semakin meyakinkan, 'Newme' mengenakan setelan toga lengkap dengan topinya.

Saat moderator memanggil nama wisudawan, 'Newme' akan maju ke atas panggung.

Wajah 'Newme' akan menyesuaikan wisudawan yang mengoperasikannya.

Baca Juga: Bikin Lega! Meski Vaksin Virus Corona Belum Ditemukan, Ilmuwan Dunia Sebut Alat Ini Tak Kalah Ampuh untuk Sembuhkan Pasien Covid-19, Apa?

Baca Juga: Seorang Ahli Ungkap Potensi Adanya Wabah Mematikan Lain Seperti Virus Corona di Masa Depan Jika Manusia Terus Lakukan Ini, Apa?

Presiden Universitas, Kenichi Omae, percaya bahwa jaringan pengetahuan memperluas kemampuan manusia hingga tak terbatas.

Selain itu juga merupakan semangat konstruksi, dan akan terus bekerja keras dan berperan aktif di dunia.

Pada acara wisuda online ini ada sebanyak empat wisudawan, yaitu dua sarjana dan dua pascasarjana.

Sementara itu, mahasiswa lainnya dapat menyaksikan proses tersebut secara online melalui aplikasi zoom.

Mereka juga dapat mengirimkan pesan ucapan selamat bagi para wisudawan.

Para wisudawan online ini juga mengirimkan komentar mereka pada aplikasi zoom yang menyatakan terima kasih secara langsung.

Seorang wisudawan mengatakan, "Ketika saya mendaftar, saya tidak pernah berpikir saya akan mengoperasikan avatar saya dan menghadiri upacara wisuda."

"Namun, menerima diploma di depan umum adalah pengalaman baru."

Semua ini berkat ide Profesor Shugo Yanaka, Dekan Administrasi Bisnis Global, Fakultas Administrasi Bisnis, Universitas BBT, yang merencanakan wisuda online dengan robot.

"Pengenalan avatar dapat mewujudkan upacara wisuda online yang hangat."

"Kami berharap inisiatif ini akan bermanfaat bagi lembaga pendidikan yang mengalami kesulitan mengadakan wisuda dan upacara masuk. "

Hingga saat ini, para peneliti dunia tengah mencari penawar virus yang berasal dari Wuhan, China ini.

Pandemi ini tentu mengubah banyak hal, termasuk pelaksanaan upacara masuknya siswa hingga upacara kelulusan

Universitas BBT, yang menyelenggarakan pendidikan bisnis online, telah mewujudkan upacara kelulusan yang memanfaatkan kekuatan online sambil tetap menjaga keamanan.

Melalui inisiatif ini, BBT berharap dapat menciptakan kesempatan untuk bekerja dengan banyak lembaga pendidikan untuk mengeksplorasi upacara yang memperluas kemungkinan online.

Baca Juga: Bak Petir di Siang Bolong! Artis Soraya Bagikan Kabar Buruk Sampai Ia Syok: Ini Pelajaran Bagi Semua Kaum Perempuan

Baca Juga: Bikin Satu Indonesia Lega! Pemerintah Umumkan Kabar Gembira Tentang THR Saat Pandemi Corona

Setidaknya ada 208 negara/kawasan yang terinfeksi virus corona, ditambah dua kasus dari kapal pesiar, yaitu Diamond Princess dan MS Zaandam.

Virus corona kini telah menjangkiti 1.272.860 orang di dunia hingga Senin (6/4/2020)..

Meski virus corona tercatat pertama kali di Wuhan, China, tapi kini Amerika Serikat-lah yang memiliki jumlah kasus infeksi terbanyak di dunia.

Hingga pukul 08.00 WIB pagi ini, menurut data dari Worldometers sudah ada 336.673 kasus di Amerika Serikat.

Dari data tersebut, ada total kematian mencapai 9.616 kasus.

Spanyol kini mengalahkan Italia dan berada di bawah Amerika sebagai negara dengan kasus infeksi terbanyak kedua dengan 131.646 kasus.

Di posisi ketiga ada Italia dengan 128.948 kasus.

Di urutan keempat yang sebelumnya diduduki China, kini diduduki oleh Jerman dengan 100.123 kasus.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Universitas di Jepang Tetap Gelar Wisuda Unik di Tengah Corona, Gunakan Robot dan Aplikasi Zoom

Editor : Safira Dita

Sumber : tribunnews

Baca Lainnya