Kesulitan membagi waktu antara bekerja dari rumah (WFH) dengan membimbing anak belajar menjadi kejenuhan yang mulai memuncak sejalan dengan waktu berbulan-bulan yang diberlakukan pada anak untuk belajar dari rumah.
Maka muncullah wacana kapan anak bisa kembali belajar di sekolah.
Tapi siapkah kita melepas anak kita pergi ke sekolah?
Seperti diberitakan, ada beberapa negara ada yang sudah membuka sekolah.
Walau kemudian tak berapa lama sekolah-sekolah itu lalu ditutup lagi karena kemudian banyak anak yang malah terkena paparan virus Covid-19.
Tak lama ada berita tentang pemimpin negara tetangga kita yang bahkan bilang kalau sekolah tak akan dibuka hingga vaksin Covid-19 ditemukan!
Bagaimana dengan negara kita?
Pertimbangan keselamatan anak kita pasti harus jadi prioritas.
Pihak berwenang seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Kesehatan masih menyiapkan skema aman persekolahan di tengah pandemi.
Melalui siaran livestreaming YouTube mengenai Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Coronavirus Disease (COVID-19) pada Senin, 15 Juni 2020 Kementerian Pendidikan dan Kebudayan telah menyajikan beberapa skenario.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan sekolah yang dibuka pada tahun ajaran baru Juli 2020 adalah hanya sekolah yang berada di zona hijau.
Itu pun orangtua siswa boleh menolak anaknya untuk bersekolah meskipun ada di zona hijau. Dan hal itu dimaklumi dan diizinkan.