Hari TBC Sedunia, KALBE Edukasi Cegah Malnutrisi

Kamis, 24 Maret 2022 | 21:13
Shutterstock

Mitos mengenai TBC

GridHITS.id -PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui @sepenuhnapas, komunitas online berbasis instagram, memperingati Hari Tuberkulosis (TBC) Sedunia berkolaborasi dengan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Jakarta.

Tujuannya, mengedukasi dan meningkatkan kepedulian masyarakat mengenai tuberkulosis yang masih menjadi salah satu penyakit pernapasan mematikan terbesar di Indonesia.

“Saat ini, Indonesia masih menempati posisi ketiga kasus TBC terbesar di dunia.

Setiap jam, 11 orang di Indonesia meninggal dunia karena TBC.

Sayangnya, kepedulian masyarakat terhadap penyakit ini tidak sebesar penyakit pernapasan lain seperti covid-19,” ujar dr. Sri Dhuny Atas Asri, Sp.P, FISR, MARS dari PDPI Jakarta, dalam media brief Kalbe Farma.

TBC sendiri merupakan salah satu penyakit menular yang menyerang paru-paru, akibat bakteri Mycobacterium tuberculosis.

Penderitanya berisiko kematian. Berdasarkan dara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terdapat 9.900.000 orang di dunia menderita TBC pada tahun 2021.

Namun, penyakit ini bisa disembuhkan dengan perawatan dan pemenuhan nutrisi yang tepat.

“TBC itu membutuhkan bukan sekedar terapi obat-obatan, tapi juga modifikasi gaya hidup. Perbaikan pola sanitasi, pola istirahat dan aktifitas, serta pola makan adalah bagian supportive yang tidak bisa dilepaskan. Malnutrisi sendiri menjadi momok yang bisa memperburuk kondisi pasien TBC dan bisa meningkatkan angka kematian,” jelas dr. Ida Gunawan, MS, Sp.GK.

Baca Juga:Rutin Makan Kencur Mentah, 5 Manfaat Tak Terduga Ini Akan Dirasakan Tubuh

Ia mengatakan, sekitar seperempat kasus TBC baru global berkaitan dengan kekurangan gizi.

Di sisi lain, jumlah kejadian TBC dalam satu tahun adalah 3.219 orang (0,5 persen dari 624.562 responden) dan sebanyak 28,7 persen dari 3.219 penderita TBC di Indonesia berstatus gizi rendah (malnutrisi).

“Diet yang berfokus pada perbaikan jenis dan jumlah protein, membantu meningkatkan masa otot dan imunitas pasien TBC.

Tak kalah penting pula, peran mikronutrisi seperti vitamin C, D, E, dan mineral, seperti selenium dan zinc juga berpengaruh pada fungsi paru dan membantu proses pemulihan,” ungkapnya.

Penderita TBC memerlukan pola makan yang tepat, bertahap, dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Sayangnya, pasien TBC sering kali mengalami mual dan tidak memiliki nafsu makan, sehingga nutrisi harian yang tepat sulit didapatkan.

Namun, Kalbe melakukan inovasi untuk menunjang kebutuhan nutrisi pasien TBC.

Terdapat dua produk Kalbe, yaitu ONS (oral nutritional supplements) Pulmosol dan multivitamin Zegavit.

“Suplementasi mikronutrien maupun penambahan susu ONS ini menjadi salah satu jalan atau kunci penting bagi pasien TB untuk meningkatkan nutrisi yang diperlukan.

Baca Juga: Kabar Baik Soal Penangkal Virus Corona, Para Peneliti Berharap Vaksin TBC Bisa Bantu Tangkal Covid-19, Ini Kata Ahli

Harapannya, dengan pemenuhan nutrisi yang cukup bagi pasien TB sehingga dapat mengakhiri peningkatan kasus TB di Indonesia dan bisa menyelamatkan lagi pasien TB,“ tutur Product Management Kalbe, Apt. Kenny Kowira, S.Farm.

“Konsumsi Pulmosol dan Zegavit dalam sehari dapat dijeda.

Misalnya pagi mengonsumsi Pulmosol, lalu satu jam kemudian mengonsumsi satu kaplet Zegavit untuk satu hari,” tambahnya.

Baca Juga: Sama-sama Bergejala Sesak dan Batuk Dalam Waktu Lama, Ini Perbedaan Gejala Covid-19 dengan Penderita TBC

Editor : Saeful Imam

Baca Lainnya