Mulanya Hasil Swab Test Anies Baswedan Negatif Lalu Berubah Positif Dalam Waktu 2 Hari, Ini Perbedaan Swab Antigen dan Swab PCR

Sabtu, 05 Desember 2020 | 10:19
Istagram/aniesbaswedan

Swab Test Anies Baswedan Berubah dari Negatif ke Positif Dalam Waktu 2 Hari

GridHITS.id - BeritaGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan positif Covid-19 sempat membuat masyarakat terkejut.

Sebelumnya juga dikabarkan bahwa Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria positif Covid-19.

Akibat hal tersebut, Anies Baswedan langsung menjalani tes swab antigen pada Minggu (29/11/2020), dan hasilnya negatif.

Namun berselang 2 hari kemudian tepatnya, Selasa (1/12/2020), Anies Baswedan mengumumkan jika hasil tes swab PCR-nya menunjukan dirinya positif Covid-19.

Lantas, apa yang membedakan antara tes swab antigen dan tes swab PCR?

Baca Juga: Mulanya Negatif Lalu Positif Covid-19, Dokter Beri Penjelasan Mengapa Hasil Swab Test Anies Baswedan Berubah Dalam Waktu 2 Hari

Baca Juga: Anies Baswedan Positif Covid-19 Tertular Wagub DKI, Berikut Deretan Pejabat Pemerintah yang Juga Positif Corona Sejak Agustus, Ada yang Sembuh dan Ada yang Meninggal

Kendati tes swab antigen lebih akurat dibanding rapid test antibodi, tapi Erlina menegaskan bahwa standar tertinggi pendeteksian Covid-19 adalah tes swab polymerase chain reaction (PCR).

Sebagai informasi, PCR merupakan metode pemeriksaan virus SARS Co-2 dengan mendeteksi DNA virus.

Melalui tes swab PCR, seseorang dapat diketahui apakah benar terinfeksi virus corona SARS-CoV-2 atau tidak.

Seperti tes swab antigen, tes swab PCR juga mengambil cairan tubuh yang paling banyak mengandung virus, yakni menggunakan alat usap melalui hidung atau tenggorokan.

"PCR adalah platform pengujian standar untuk virus, karena tes ini dinilai sangat sensitif," ungkap Paul Yager, seorang profesor di departemen bioteknologi di University of Washington.

PCR dapat mendeteksi, bahkan pada sejumlah kecil virus dalam sampel pasien dan kecil kemungkinan kesalahan untuk memiliki hasil negatif.

Kendati terbilang sederhana, petugas lab harus sangat berhati-hati saat mencampur sampel pasien dengan sebagian kecil bahan kimia dalam tabung.

Deutsche Welle

Vaksin Covid-19

"Tidak semua lab bisa melakukan PCR. Itu membutuhkan laboratorium yang sangat bersih," imbuhnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun telah mengumumkan sejak awal pandemi bahwa tes PCR merupakan metode paling efektif untuk mendeteksi Covid-19.

Sementara, perbandingan harga tes swab PCR di Indonesia terbilang lebih mahal dibanding tes swab antigen.

Baca Juga:Kabar Gembira Pemerintah Bagikan BST Rp 500 Ribu di Bulan September, Begini Cara Ketahui Apakah Terdaftar Sebagai Penerima Bansos

Baca Juga:Jadi Kabar Gembira di Bulan September Untuk Seluruh Keluarga Indonesia, Pemerintah Janjikan Bansos Rp 500 Ribu per Kepala Keluarga

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi hasil tes swab PCR antara lain:

Jenis sampel

Ketepatan teknik pengambilan sampel

Penanganan atau penyimpanan sampel

Transportasi sampel ke laboratorium

Sumber daya manusia yang melakukan analisis

Prinsip tes alat deteksi

Kualitas alat Standar prosedur operasional yang sesuai dan tepat

Berkaca dari serangkaian proses dan banyaknya faktor yang memengaruhi hasil tes swab PCR, dr. Muhammad Irhamsyah menyebut ada kemungkinan hasil tes itu bisa berbeda-beda.

Baca Juga:Kabar Gembira Pemerintah Bagikan BST Rp 500 Ribu di Bulan September, Begini Cara Ketahui Apakah Terdaftar Sebagai Penerima Bansos

Baca Juga:Jadi Kabar Gembira di Bulan September Untuk Seluruh Keluarga Indonesia, Pemerintah Janjikan Bansos Rp 500 Ribu per Kepala Keluarga

“Proses pengambilan, penanganan, penyimpanan, transportasi, dan analisa sampel swab yang kurang tepat akan menyebabkan hasil pemeriksaan yang tidak akurat,” ujar dr. Muhammad Irhamsyah.

Selain faktor dan proses di atas, waktu pengambilan tes swab yang berbeda dapat memberikan hasil pemeriksaan yang berbeda.

Misalkan, seseorang melakukan tes swab PCR di rumah sakit tertentu hasilnya positif Covid-19, lalu keesokan harinya melakukan swab PCR di rumah sakit lain, hasilnya bisa jadi negatif Covid-19.

"Hasil tes itu bisa saja terjadi karena virus SARS-CoV-2 sudah tidak ada lagi di dalam tubuh orang tersebut," beber dia.

Selain perbedaan hasil di atas, dr. Muhammad Irhamsyah, Sp.PK, M.Kes juga menyebut ada hasil tes swab PCR yang bersifat inkonklusif, yakni hasil tes belum terdeteksi positif atau negatif.

Kondisi tersebut bisa terjadi karena dua hal. Pertama, konsentrasi material genetik yang diambil saat proses pengambilan sampel usap terlalu minim.

Kedua, hasil tes PCR juga bisa dipengaruhi kemampuan alat dalam mendeteksi gen virus corona SARS-CoV-2 tertentu.

"Jika didapatkan hasil inkonklusif. Pasien perlu melakukan tes pengambilan sampel (swab PCR) kembali," kata dia.

Baca Juga:Kabar Gembira Pemerintah Sebut Zona Merah DKI Jakarta Berkurang, Anies Baswedan: Covid-19 Terkendali Menuju Aman

Baca Juga:Memasuki Musim Hujan Pandemi Covid-19 Masih Menyerang, Para Ahli Wajibkan Bawa Barang Cadangan Ini Untuk Cegah Virus Corona

Editor : Safira Dita

Sumber : Kompas.com

Baca Lainnya