Find Us On Social Media :

Hasil Investigasi Tunjukkan Pesawat Bukan Meledak di Udara, KNKT Menduga Sriwijaya Air SJ 182 Hancur karena Membentur Permukaan Laut

By Daniel Ahmad, Selasa, 12 Januari 2021 | 13:37 WIB

Ilustrasi Sriwijaya Air SJ 182

Laporan Wartawan Grid.ID, Daniel Ahmad

Grid.ID - Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT memberikan hasil investigasinya terhitung sejak jatuhnya jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 Sabtu (9/1/2021), hingga hari ini (12/1/2021).

Terkait faktor jatuhnya pesawat tersebut, KNKT menduga bahwa Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hancur karena membentur permukaan laut.

Adanya data yang mendukung bahwa peswat masih berfungsi di atas 250 kaki, menjadi landasan KNKT untuk mengambil kesimpulan.

Baca Juga: Sempat Minta Kamarnya Dibersihkan Karena Ingin Pulang, Pramugari Mia Trestiyani Hingga Kini Belum Ditemukan dalam Kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182

"Terekamnya data sampai dengan 250 kaki, mengindikasikan bahwa sistem pesawat masih berfungsi dan mampu mengirim data," tulis keterangan pers yang dibagikan KNKT dikutip Grid.ID, Selasa (12/1/2021).

"Dari data ini kami menduga mesin masih dalam kondisi hidup sebelum pesawat membentur air," tambah keterangan tertulis.

Sebelumnya, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, pesawat diperkirakan jatuh dalam keadaan utuh dan tidak meledak di udara.

Baca Juga: Sebelum Serahkan Jenazah Pramugara Sriwijaya Air yang Telah Teridentifikasi, Tim DVI Tunggu Kesepakatan Pihak Keluarga

"Iya (pesawat hancur karena benturan di air), bukan karena ledakan di udara," kata Soerjanto saat dihubungi Kompas TV, Minggu (10/1/2021) malam.

Soerjanto mengungkapkan, serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 ditemukan dalam keadaan normal.

Artinya, tidak ada indikasi kehancuran akibat ledakan di udara.