Tak Tersorot Media, Baru Saja Habieb Rizieq Punya Cucu Kembar Laki-laki, Dinamai Sayyid Hasan dan Husein

Sabtu, 25 April 2020 | 20:41
twitter

Habib Rizieq Shihab memiliki cucu kembar laki-laki

Tak Tersorot Media, Baru Saja Habieb Rizieq Punya Cucu Kembar Laki-laki, Dinamai Sayyid Hasan dan Husein

GridHITS.id - Saat ini, umat muslim sedang memasuki bulan Ramadan.

Kabar yang beredar di bulan puasa ini, Habib Rizieq Shihab sedang mendapatkan kabar bahagia.

Berdasarkan informasi yang beredar, ulama asal Jakarta ini mendapatkan dua cucu sekaligus saat bulan Ramadan.

Cucu Habib Rizieq Shihab itu merupakan anak kembar laki-laki.

Diberi nama Sayyid Hasan dan Sayyid Husein.

Cucu Habib Rizieq Shihab tersebut merupakan cucu ke enam dan ke tujuh.

Kedua cucu kembarnya tersebut merupakan putra dari Habib Alwi bin Hasan bin Smith dan Syarifah Aida binti Habib Rizieq Syihab.

Informasi itu disampaikan melalui akun Twitter @FpiMozaik, Jumat (24/4/2020).

Dengan foto kedua cucunya yang sedang digendong seorang pria.

Tampak kedua cucu kembarnya yang mengenakan selimut biru itu sedang menangis.

Dituliskan, 'Telah Lahir Cucu IB HRS, Kembar Diberi Nama Sayyid Hasan Dan Sayyid Husein.'

Cucu kembarnya itu lahir pada Jumat, 24 April 2020 M 1 Ramadan 1441 H, Pukul 15.15 WIB.

"Keduanya dijadikan anak Soleh yang melanjutkan perjuangan datuknya. Amiin ya Robbal Alamiin," tulisnya.

Berikut unggahan informasi kelahiran cucu kembar Habib Rizieq Shihab tersebut:

Habib Rizieq sudah dipersilahkan pulang ke Indonesia

Ini merupakan kabar gembira buat FPI.

Ya, anak buah Jokowi dan Megawati yang mempersilakan Habib Rizieq kembali ke tanah air.

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Hukum dan HAM mempersilakan Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab pulang ke Indonesia.

Menkumham Yasonna Laoly menegaskan pemerintahan Jokowi tak pernah mencekal Rizieq Shihab.

Selain itu, pengurus DPP PDIP di bawah Ketum Megawati Soekarnoputri ini juga menyebut pihaknya tidak pernah membuat permintaan cekal ke Arab Saudi.

Hal ini disampaikan Yasonna Laoly secara resmi di Gedung DPR RI.

Hal ini terungkap setelah Menkumham Yasonna Laoly didesak menjelaskan penyebab pimpinan Front Pembela Islam (FPI) itu tak bisa pulang-pulang di hadapan Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Gerindra Muhammad Syafii

Lalu siapa yang meminta?

Kata dia, kabar penangkalan Rizieq Shihab telah diketahui oleh masyarakat.

Ia lantas meminta penjelasan Yasonna Laoly soal penyebab Habib Rizieq Shihab tak bisa pulang ke Indonesia.

Hal itu ia sampaikan dalam rapat kerja bersama Menkumham Yasonna Laoly, Selasa (25/2/2020).

"Soal Habib Rizieq, kalau penjelasan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia, Habib Rizieq itu tidak bisa pulang karena dicekal oleh Pemerintah Arab Saudi."

"Ternyata Pemerintah Arab Saudi tidak bantah, cuma dia tambah atas permintaan Pemerintah Republik Indonesia," katanya di Ruang Rapat Komisi III DPR, Senayan, Jakarta Pusat.

Pria yang akrab disapa Romo ini menegaskan, sudah seharusnya negara melindungi segenap Bangsa Indonesia.

Dia meminta agar Pemerintah Indonesia melakukan langkah konkret agar Rizieq Shihab bisa kembali ke Tanah Air.

"Apa yang harus dilakukan pemerintah agar Habib Rizieq bisa kembali pulang ke negara Republik Indonesia, yang dia adalah salah satu warga negara Republik Indonesia?" Tanya Syafii.

Ilham Bintang dan istri berfoto bersama Habib Rizieq dan bersama istri di apartemen yang cukup luas di daerah Syari' Sittin District Makkah, sekitar 7 km dari Masjidil Haram, Arab Saudi, yang kini ditempati Rizieq bersama keluarga.

Merespons itu, Yasonna Laoly menegaskan tidak ada penangkalan terhadap HRS.

Yasonna mengklaim tidak ada surat dari pemerintah Indonesia untuk menangkal masuk Rizieq Shihab dari Arab Saudi.

"Kami belum melihat ada surat mengatakan bahwa dia dicekal Pemerintah Arab Saudi atas permintaan Indonesia, kami belum melihat itu."

"Tapi saya tidak tahu apakah sudah ada, tapi sampai saat ini boleh kita katakan pemerintah tidak ada melarang untuk kembali."

"Kalau mau kembali, kembali saja, tidak ada permintaan dari penegak hukum atau dari siapa saja kepada imigrasi yang mengatakan yang bersangkutan ditangkal untuk masuk Indonesia," bebernya.

Sebelumnya Wartakotalive memberitakan, Rizieq Shihab menunjukkan dua dokumen yang ia klaim merupakan bukti pencekalan dirinya atas permintaan Pemerintah Indonesia.

Berikut ini pernyataan lengkap Rizieq Shihab soal pencekalan, sambil menunjukkan dua dokumen tersebut:

Saya tunjukkan di sini, supaya Anda tahu, karena saat ini saya lihat di Indonesia ini masih ada oknum-oknum pejabat, yang bicara di televisi mewakili pemerintah.

Seenaknya mereka katakan bahwa saya ini bisa pulang kapan saja, tidak ada pencekalan, mereka bohong!

Saya tunjukkan pertama, ini adalah surat yang berisi tentang visa saya.

Visa saya itu berlaku tanggal berapa, berakhir tanggal berapa, ini lembaran yang menerangkan tentang persoalan masa berlaku saya punya visa.

Nah kemudian, lembaran yang satu lagi, ini adalah lembaran yang menerangkan bahwa saya dicekal, sejak tanggal 1 Syawal 1439 sampai hari ini.

Di sini ditulis bahwa saya dilarang keluar, atau saya dilarang bepergian keluar dari Saudi, bahkan di sini dituliskan sebabnya adalah karena alasan keamanan.

Jadi sekali lagi saya dicekal di sini bukan karena saya melakukan pelanggaran keimigrasian.

Bukan saya melakukan pelanggaran pidana atau perdata, bukan karena saya melakukan satu kejahatan di Saudi ini atau kesalahan, tidak!

Hanya karena alasan keamanan. Jadi kedua surat ini merupakan bukti nyata, riil, autentik, bahwa saya memang dicekal oleh Pemerintah Saudi, atas permintaan Pemerintah Indonesia.

Sekali lagi, Pemerintah Saudi setiap saat siap mencabut cekal sya, kalau ada jaminan resmi dari Pemerintah Indonesia, kalau saya ini tidak diganggu, kalau saya ini tidak diusik daripada keamanan dan keselamatan saya beserta keluarga.

Padahal saya sudah berikan pengertian, saya aman, saya tenang, tidak ada masalah.

Kalaupun saya diganggu oleh pemerintah di Indonesia, saya akan melakukan perlawanan secara hukum.

Tapi mereka (Pemerintah Saudi) belum tenang menerima alasan-alasan tersebut, sehingga mereka belum mau mencabut cekal saya.

Sekali lagi, saya tetap berterima kasih kepada Pemerintah Saudi, saya memaklumi alasan mereka.

Mereka tidak ingin berspekulasi dengan keamanan, keselamatan jiwa seseorang dengan keluarganya.

Saya hargai itu, saya terima kasih, walaupun saya akan tetap meminta secara prosedur agar cekal itu segera dicabut.

Adapun saudara-saudara kita di Indonesia, dengan saya tunjukkan dua surat ini, setop perdebatan!

Jangan ada lagi pihak-pihak yang mengaku sebagi juru bicara pemerintah mengatakan saya tidak dicekal, mengatakan saya takut untuk pulang, tidak!

Bukan saya yang takut untuk pulang, tapi ada pihak yang takut saya pulang.

Mereka takut kalau saya pulang, mereka tidak bisa curang dalam pemilu. Mereka tidak bisa melakukan aneka ragam rekayasa dalam pemilu. Mereka takut saya ini jadi ancaman untuk kemenangan mereka.

Jadi kita bicara fair saja, jangan kemudian diputar balik, dianggap saya yang takut pulang.

Saya siap pulang kapan saja, tapi tunggulah sampai cekal ini dicabut.

Insyaalah, Allah akan memberikan pertolongan, cekal ini dicabut di waktu yang tepat, saya bisa pulang di waktu yang tepat, dan bersama Umat Islam, insyaalah kita akan memetik kemenangan.

Sebelumnya, Rizieq Shihab mengungkapkan dirinya dicekal oleh Pemerintah Arab Saudi, agar tidak keluar dari negara kerajaan tersebut.

Ia mengklaim, cekal tersebut dilakukan oleh Pemerintah Arab Saudi, atas permintaan Pemerintah Indonesia.

Hal itu dikatakan Rizieq Shihab saat memberikan sambutan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad, yang dipublikasikan akun YouTube Front TV, Jumat (8/11/2019).

Berikut ini pernyataan Rizieq Shihab terkait cekal yang ia alami:

Saat ini saya dan kawan-kawan yang ada di kota Makkah al-Mukarramah ini, masih terus mengupayakan supaya cekal saya dicabut oleh Pemerintah Saudi.

Saya sampaikan sekali lagi kepada seluruh Bangsa Indonesia, kepada seluruh kerabat dan sahabat, bahwa sejak 1 tahun 7 bulan yang lalu.

Tepatnya sejak tanggal 1 Syawal tahun 1439, saya dicekal oleh Pemerintah Saudi, atas permintaan Pemerintah Indonesia.

Saya tidak diperkenankan untuk keluar dari Saudi. Sebetulnya saya ingin pulang, saya ingin kembali ke Indonesia, tapi kalau cekal tidak dicabut, saya tidak bisa kembali ke Indonesia.

Nah, karena itu, saya dan kawan-kawan telah berusaha selama satu tahun setengah ini, memberikan pengertian.

Membujuk Pemerintah Saudi, agar mereka bisa mencabut cekalnya, agar saya kembali ke Indonesia, tapi Pemerintah Saudi belum mengabulkannya.

Alasan mereka, untuk menjaga keamanan saya, karena mereka juga melihat, yaitu tentang fenomena perpolitikan yang ada di seluruh dunia, termasuk yang terjadi di Tanah Air kita.

Walaupun saya terus berusaha meyakinkan, insyaallah saya bisa pulang dengan aman, tenang, damai, tidak ada persoalan, karena kita tidak suka kerusuhan, dan kita tidak suka kegaduhan.

Akan tetapi apa yang kami sampaikan kepada Pemerintah Saudi, belum membuat mereka tenang. Mereka masih khawatir tentang keselamatan saya dan keluarga.

Nah, karena itu dalam hal ini, saya ingatkan kepada semuanya yang ada, sekali lagi, bahwa memang saya dicekal oleh Pemerintah Saudi, tapi atas permintaan Pemerintah Indonesia.

Justru, Pemerintah Saudi siap untuk melepaskan cekal tersebut, kalau ada jaminan bahwa kepulangan saya itu aman, damai, tenang, karena Pemerintah Saudi juga tidak ingin disalahkan.

Untuk itu saya ucapkan terima kasih banyak kepada Pemerintah Saudi, yang selama dua tahun setengah saya berada di Makkah ini, mereka tidak pernah mengganggu saya.

Saya hidup di sini aman, nyaman, tenang, senang, penuh berkah.

Dan mereka setiap saat siap untuk mencabut cekal saya, kalau ada jaminan keamanan tersebut dari pihak Indonesia.

Sementara, saya berusaha meyakinkan bahwa saya bisa pulang kapan saja, dan insyaallah tidak akan ada sesuatu yang terjadi, tapi mereka perlu untuk jaminan itu datang dari Pemerintah Indonesia.

Jadi, Pemerintah Indonesia tidak usah berpura-pura tidak mengetahui tentang cekal ini, karena Pemerintah Indonesia sebetulnya yang meminta saya untuk dicekal, karena alasan politik.

Karena saya diinginkan oleh Pemerintah Indonesia agar tidak hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia, pada saat digelarnya Pilpres 2019 yang baru lalu.

Mereka mengingikan saat Pilpres digelar, saya tidak ada di Indonesia, saya ada di luar, karena bagi mereka saya merupakan ancaman, itu menurut penilaian mereka.

Sehingga, mereka mengganggu dan mengusik hak asasi saya, sehingga sampai saat ini saya masih dicekal.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Hari Pertama Ramadan, Cucu Kembar Laki-laki Habib Rizieq Shihab, Lahir

Editor : Saeful Imam

Sumber : Wartakotalive.com