Salah Kaprah! WHO Tak Sarankan Semprot Disinfektan di Jalananan Jadi Upaya Tangkal Virus Corona: Konyol dan Sia-sia

Rabu, 08 April 2020 | 13:18
Kompas.com ANTARA FOTO/ARNAS PADDA

Bak Dihantui, Para Pedagang Kaki Lima Lari Ketakutan Saat Petuga Tiba di Jalan MA Salmun untuk Semprot Disinfektan Guna Cegah Penyebaran Virus Corona

Salah Kaprah! WHO Tak Sarankan Semprot Disinfektan di Jalananan Jadi Upaya Tangkal Virus Corona: Konyol dan Sia-sia

GridHITS.id -Tak disangka, WHO justru tak sarankan semprot disinfektan di jalanan.

Seperti kita ketahui jika virus corona yang kian mewabah membuat masyarakat ramai menyemprotkan disinfektan sebagai upaya penangkal virus tersebut.

Namun, langkah penyemprotan hingga ke jalanan tersebut justru dinilai oleh WHO justru konyol dan sia-sia.

Berbagai ikhtiar dilakukan di negeri kita tercinta agar Covid-19 segera musnah.

Termasuk penyemprotan di jalan-jalan yang dilakukan oleh hampir seluruh pemerintah daerah di wilayah Indonesia.

Lihatlah di video yang viral, bagaimana Walikota Surabaya Tri Rismaharini terlihat menyemprot sendiri jalan-jalan protokol di kota itu pada 23 Maret 2020.

Sampai-sampai drone juga dikerahkan.

Baca Juga: Salah Kaprah! Bukannya Tangkal Virus, Penggunaan Cairan Pemutih Sebagai Disinfektan Justru Berakibat Fatal Bagi Tubuh

Baca Juga: Kisah Haru Driver Ojol Lindungi Pesanan Makanan Saat Sekujur Tubuhnya Diguyur Disinfektan, Respons Pemesannya Justru Tak Terduga!

Di Jakarta, mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menyemprot lima wilayah ibukota.

Di Pulau Dewata, Polda Bali mengerahkan truk water cannon berkapasitas 5.000 liter untuk menyemprot jalan-jalan pusat kota dengan cairan pembasmi kuman penyakit itu.

Kota kabupaten tak mau kalah, di Kota Madiun Jawa Timur, 'hujan disinfektan'dibuatlewat pengerahan bronto skylift.

Penyemprotan disinfektan di jalanan dan lingkungan luar ruangan bukan dilakukan Indonesia saja. Di India, Meksiko, Venezuela, Thailand, hingga Turki juga demikian.

Kota kabupaten tak mau kalah, di Kota Madiun Jawa Timur, 'hujan disinfektan'dibuatlewat pengerahan bronto skylift.

Penyemprotan disinfektan di jalanan dan lingkungan luar ruangan bukan dilakukan Indonesia saja. Di India, Meksiko, Venezuela, Thailand, hingga Turki juga demikian.

Kepala Jaringan Wabah dan Tanggap Darurat Global WHO, Dale Fisher memberikan tanggapannya mengenai penyemprotan jalanan dengan disinfektan yang marak dilakukan diberbagai negara.

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG

Efektifkah disinfektan dari cairan pemutih pakaian?

"Mungkin itu adalah citra masyarakat yang kita anggap serius, saya tidak tahu. Yang jelas, itu adalah hal yang tidak kami rekomendasikan. Kami tidak percaya orang-orang tertular virus dari permukaan tanah (jalanan -red)," kata Fisher, yang juga ahli penyakit menular, sebagaimana diunggah DW News di akun YouTube, Kamis (2/4).

Baca Juga: Digadang-gadang Jadi Kunci Penangkal Virus Corona, Benarkah Puasa Ampuh Bunuh Virus dan Bakteri?

Baca Juga: Hati-hati! Penelitan Terbaru Menilai AC Bisa Jadi Tempat Berkembangnya Virus Corona

Fisher mengatakan, daripada menyemprot jalanan dengan disinfektan mengandung klorin, lebih baik menggalakkan kegiatan cuci tangan dengan sabun.

"Saya lebih melihat orang-orang mencuci tangan dan menjaga jarak, hal seperti itulah yang merupakan aksi tanggap masyarakat terhadap virus, bukan menyemprotkan klorin di mana-mana," kata Fisher.

Dilansir Reuters, Fisher bahkan menganggap langkah penyemprotan jalanan dengan disinfektan bisa berisiko merugikan kesehatan masyarakat, membuang waktu, uang, dan menghamburkan sumber daya.

"Itu adalah sebuah gambaran sia-sia dan konyol di banyak negara," kata Fisher lugas.

"Saya tidak percaya itu bisa berkontribusi apapun untuk merespons (COVID-19) dan bisa beracun bagi masyarakat. Virus itu tidak akan bertahan lama di lingkungan dan orang-orang pada umumnya juga tidak menyentuh permukaan (tanah/jalanan)," kata Fisher.

Peneliti dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) China, Zhang Liubo, bahkan mewanti-wanti masyarakat supaya tidak kelewat kerajingan main semprot disinfektan.

Baca Juga: Dijamin Ampuh! Begini Cara Buat Disinfektan Alami Untuk Tangkal Virus Corona Hanya Bermodal Cairan Pemutih

Baca Juga: Salah Kaprah! Bukannya Tangkal Virus, Penggunaan Cairan Pemutih Sebagai Disinfektan Justru Berakibat Fatal Bagi Tubuh

Sebabnya, cairan disinfektan bisa berbahaya bagi manusia bila kelewat banyak masuk ke tubuh.

"Permukaan di luar ruangan, seperti jalanan, tempat lapang, rerumputan, jangan sering-sering disemprot dengan disinfektan.

Menyemprot disinfektan dalam area yang luasterus-menerus membuat polusi lingkungan yang harus dihindari," kata Zhang Liubo, dilansir Science dari siaran televisi CCTV China.

Artikel ini sudah pernah tayang di GridHealth.id dengan judul: Semprot Disinfektan Marak di Jalanan, Dinilai Sia-sia Oleh WHO

Editor : Safira Dita

Sumber : Gridhealth.id

Baca Lainnya