Jenazah Positif Covid-19 Kerap Ditolak Warga Saat Mau Dikubur, Dokter Erlina Burhan Beberkan Fakta Penularan Virus Corona

Jumat, 03 April 2020 | 11:30
Kompas.com/ Garry Lotulung

Jawaban ahli soal jenazah pasien positif corona bisa tularkan virus.

GridHITS.id -Saat ini pandemi corona di Indonesia masih jadi perbincangan hangat.

Penularannya pun terbilang sangat cepat dan tak pandang bulu.

Data terakhir menunjukkan ada 170 pasien positif corona yang meninggal dunia.

Baca Juga: Suaminya Terkurung di Denmark dan Tak Bisa Pulang, Reaksi Santai Ayu Azhari Jadi Sorotan, Ada Apa?

Baca Juga: Suami Kapolseknya Diperiksa Propam dan Langsung Dimutasi, Rica Andriani Langsung Syok dan Posting ini di Instagram

Malang tak bisa ditolak, beredar kisah pilu nasib jenazah corona yang terombang-ambing.

Dikabarkan sebelumnya, tak sedikit jenazah positif Covid-19 ditolak warga saat akan dikebumikan.

Tentu, hal tersebut membuat miris.

Tak sedikit publik yang merasa kalau jenazah positif corona tersebut akan menularkan virus terhadap manusia yang masih sehat.

Mengenai kekhawatiran tersebut, apakah benar jika jenazah pasien positif corona masih bisa menularkan virus Covid-19?

Dokter Erlina Burhan menjawab mengenai teka-teki yang membuat publik ngeri tersebut.

YouTube/ TvOneNews

Erlina Burhan jelaskan soal jenazah corona yang berpotensi menularkan virus.

"Banyak yang menanyakan ini udah meninggal, dokter kan menerangkannya lewatdroplet,ini orang meninggal kan udah enggak batuk, udah enggak bersin (penularan), itu dalam hal itu betul," tukas dr Erlina Burhan, spesialis paru RSUP Persahabatan dikutip dari kanal YouTube 'TvOneNews'(3/4/2020).

Baca Juga: Miris! Rela Korbankan Nyawa Demi Pasien Corona, Para Perawat Covid-19 ini Malah Dilempari Batu oleh Warga

Baca Juga: Duh, Dokter Pertama Pengungkap Corona Dikabarkan Hilang Misterius, Benarkah Pemerintah Cina Tutupi Jumlah Korban Sebenarnya!

"Tapi kita perlu antisipasi, ini kan virus baru, penyakit baru, kita kan tidak tahu," tukas Erlina Burhan.

Erlina Burhan juga menuturkan mengenai paparan virus masih bisa berpotensi menular ke manusia yang hidup.

Ia mengatakan kalau hal serupa juga terjadi saat wabah flu burung melanda Tanah Air.

"Kita belajar dulu dari flu burung,bahwa kalaupun udah meninggal virus ini ditemukan di cairan tubuh.

"Nah, kita tahu proses pemulasaran jenazah kan membersihkan mayat, termasuk membersihkan cairan-cairannya.

"Kita kan khawatir ini kan nanti menjadi juga sumber penularan," jelas Erilna Burhan.

Bercermin dari wabah flu burung, Erlina Burhan mengatakan SOP untuk pemakaman pasien positif corona sangat penting diterapkan.

"Itulah kenapa dibuat SOP (pemakaman jenazah positif corona) seperti itu," sambungnya.

Baca Juga: Pulang Kampung Mendadak karena Corona, Suami ini Terkejut Pergoki Istrinya Bermain Serong dengan Pria Beristri

Baca Juga: Siap Dicoba! Ini Dia Resep Masakan Ala Bella Saphira untuk Tangkal Covid-19

Dokter spesialis paru itu juga menjelaskan kalau jenazah masih tetap bisa diurus secara keagamaan.

Namun, yang membedakan hanyalah keluarga tidak bisa ikut serta dalam prosesi tersebut.

"Tentu saja kalau bisa bukan modifikasi, bisa diantisipasi proses keagamaan, dimana pasien harus dikafani, itu bisa dilakukan.

"Meski setelah itu diberi plastik, disalatkan setelahnya," jelas dokter spesialis paru.

"Memang sebaiknya keluarga tidak ikut proses pemulasaran jenazah," sambungnya.

Editor : Saeful Imam

Sumber : YouTube

Baca Lainnya